Bismillah...
Assalamualaikum, Gan en Sis...
Entah kenapa pagi ini gue lagi ingin membahas tentang cinta dari sudut pandang yang berbeda. Tadi gue baru aja dengerin yutub ceramahnya Ust. Hanan Attaki, gimana caranya supaya viral di langit? Jadi selebgram langit gituh. Jawabannya adalah cinta.
Ah, gue mau jalan-jalan dulu. Gak mau langsung to the point. Ketika denger itu, gue langsung inget hadis dari 'Umar.
“Ya Rasulullah”, kata Umar perlahan, “Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri.”
Rasulullah tersenyum. “Tidak wahai Umar. Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri dan keluargamu.”
“Ya Rasulullah”, kata Umar, “Mulai saat ini engkau lebih kucintai daripada apapun di dunia ini.”
“Nah, begitulah wahai Umar.”
Pertama kali baca hadis ini, respon gue, "Secepat itukah? Semudah itukah menata hati dan mengarahkan cinta?"
Hadis yang menurut gue serupa gue dengerin barusan di ceramah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Apabila Allah mencintai hamba, maka Jibril memanggil,
"Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia." Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril memanggil penghuni langit, "Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia." Maka penghuni langit pun mencintainya, kemudian di bumi ia menjadi orang yang diterima." (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Lah, ini juga gampang bener ya Jibril tuh buat cinta? Jadi muncullah pertanyaan lama yang pengen gue kubur dalem-dalem itu muncul lagi.
"WHAT IS LOVE?"
Apa itu cinta? Ketika makhluk-makhluk pilihan Allah sebegitu mudahnya menata hati dan mengubah cinta.
Setelah gue telusuri dan pikirkan dalam-dalam, ternyata jawabannya sangat sederhana. Gue berkaca ke diri gue sendiri, sebenarnya bagaimana selama ini gue ketika mencintai sesuatu? So, ini jawaban gue, mungkin sangat subjektif tapi bodo amat inilah jawaban gue.
"Cinta itu mencintai yang dicintai sang kecintaan."
Oke, ribet ya bahasa gue? Selama ini tuh diri gue ketika cinta atau suka sama sesuatu, gue selalu excited sama segala sesuatu yang doi suka. Hahaha.
Contoh simpelnya, gue gak suka olahraga. Tapi doi gue tuh suka banget olahraga. Hampir semua jenis olahraga dia suka. Terus ya, dia juga suka banget pake brand Nike.
(untuk pihak Nike, segera transfer jasa endorse-nya ya) #DindaSehatKok
Yoii, dia suka banget tuh pake brand Nike. Sepatu, jaket, kaos, dsb dsb. Banyak dah. Heleh sampe gue baper sendiri ke Nike. Tadinya gue masih bingung pilih #TimNike atau #TimAdidas HAHAHA. Sejak gue kesemsem sama dia, gue memutuskan pilih #TimNike.
Waktu gue, nyokap, kakak, dan adek gue ke SMB aje, gue baper banget liat logo Nike yang kayak gini ✔ HAHAHA. Liat logonya aja baper loh. Oke gue gapapa :")
Nah sampe situ aja gue ceritanya. Jadi cinta tuh mencintai yang dicintai sang kecintaaan. Dia suka, gue juga suka. Dia benci, gue juga bisa benci. Semua gue pandang pake relativitas dia. Kalo ada yang benci dia, gue gak peduli alias bodo amat. Kalo ada yang suka dia, kita bisa seru-seruan bareng ngomongin doi. Ahahahaha.
Back to Umar and Jibril. Kalo udah begini liatnya jadi simpel banget kan?
Umar mencintai Rasulullah melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Misal ketika Rasulullah cinta sama sesuatu, otomatis tuh (gak pake upgrade lagi) Umar juga langsung cinta juga, walaupun mungkin sebelumnya Umar b aja sama sesuatu itu.
Jibril juga neh. Awalnya kan si Fulan itu melakukan segala sesuatu yg Allah cintai dan meninggalkan segala yang Allah benci hingga Allah mencintainya. Ketika Allah sudah mencintainya, Allah menyuruh Jibril mencintai si Fulan. Jibril langsung nurut dong, wong malaikat mah gak banyak membantah kayak manusia, argumen/debat doang digedein, amal mah seadanya. Sedih gue 😢. Nah, Jibril kan langsung cinta tuh. Setelah itu Jibril ngomongin tentang si Fulan yang dicintai Allah ke geng-nya macem Mikail, Izrail, Israfil dll, malaikat-malaikat utama. Akhirnya seluruh anggota geng Jibril mencintai si Fulan. Nyebar lagi tuh dari seluruh anggota geng Jibril ke seluruh penghuni langit, bahwa Allah mencintai si Fulan. Dan seluruh penghuni langit pun mencintainya.
Waduh, kalo gini caranya kan jadi viral deh si Fulan itu di langit? Jadi selebgram dong di langit ya?
Yaa begitulah. . . Cinta itu mencintai yang dicintai sang kecintaan dan memandang segala sesuatu dari sudut pandang si dia.
Mari berdoa seperti doanya Nabi Daud 'alaihissalam.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu,
dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu,
dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarkanku kepada cinta-Mu.
Aamiin Allahumma Aamiin
Bekasi, 8 Juni 2017
Dinda A. Putri


0 komentar:
Posting Komentar